Di tulisan blog pertama ku kali ini, aku mau berbagi materi "kultum" yang aku ambil dari https://www.ngaji.id/waktu-seperti-pedang/.
Materi kultum yang aku ambil ini sudah di ringkas, dan juga sudah aku ketik ulang yaa. Jadi, untuk kalian yang mungkin mau menggunakan materi kultum ini baik dari versi ketikan ku atau versi lengkapnya. Silahkan yaa, juga dengan senang hati :) Semoga materi kultum ini bisa bermanfaat.
Waktu Seperti Pedang
Sebagaimana dikatakan dalam suatu pepatah arab :
"Waktu itu seperti pedang, jika engkau tidak memotongnya maka dia akan memotong mu. Dan jiwa mu, jika tidak kau sibukkan untuk kebaikan, maka dia akan menyibukkan mu pada keburukan."
Jadi, waktu akan terus berjalan. Kalau tidak kita gunakan untuk kebaikan, maka bisa menjebak kita dalam keburukan.
Kenapa bisa demikian?
Karena waktu adalah nikmat yang akan ditanya oleh Allah SWT.
Karena waktu adalah nikmat yang akan ditanya oleh Allah SWT.
Seperti dalam firman Allah SWT. dalam Surah At-Takasur ayat 8, yang artinya :
"Dan sesungguhnya kalian benar-benar akan ditanya tentang kenikmatan."
Diantara nikmat yang dimintai pertanggung jawaban adalah waktu.
Dizaman sekarang ini, di zaman media sosial, dimana waktu kita habiskan untuk lebih banyak membuka media sosial. Sehingga kita ditimpa penyakit seperti :
1) berlebih-lebihan melihat yang tidak perlu
2) mendengar yang tidak perlu
3) berbicara yang tidak perlu
Semuanya, hampir kita alami secara bersama.
Kenapa kita bisa terjebak dalam hal tersebut?
Jawabannya : Karena kita kurang menghargai waktu. Seakan-akan waktu adalah perkara yang kalau ada Alhamdulillah, kalau tidak ada maka tidak mengapa.
Tentu tidak demikian, waktu adalah nikmat yang akan dimintai pertanggung jawabannya.
Waktu itu seperti pedang. Kalau tidak dimanfaatkan, maka akan terbabat olehnya. Yaitu, akan terjebak dalam hal-hal yang buruk.
Oleh karenanya islam memperhatikan masalah waktu.
"Bahwasanya waktu lebih berharga daripada emas."
Kenapa bisa demikian?
Karena, kalau emas yang pergi bisa dicari lagi. Bahkan kita bisa mendapatkan lebih dari emas tersebut.
Karena, kalau emas yang pergi bisa dicari lagi. Bahkan kita bisa mendapatkan lebih dari emas tersebut.
Tapi, kalau waktu sudah pergi. Dia tidak akan bisa kembali lagi, dia akan pergi dan akan dihisab oleh Allah SWT. atas apa yang kita lakukan dalam waktu yang telah pergi tersebut.
Ibarat air mata, kalau sudah keluar dari mata seseorang, tidak akan bisa kembali. Oleh karenanya Al-Hasan Al-Bashri Rahimallahu Ta'ala, beliau berkata :
"Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari-hari. Jika telah pergi satu hari dari mu, maka telah pergi sebagian dari mu. Kalau sudah pergi sebagian dari mu, dikhawatirkan akan pergi seluruh mu (artinya akan datang kematian).
Isyarat bagi kita bahwasanya waktu adalah nikmat dari Allah SWT. yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar